Komisi Pemilihan Umum Kabupaten Bangka Tengah melaksanakan sosialisasi pemilih berkelanjutan bagi penyandang disabilitas di SLB Negeri Koba. Kegiatan ini bertujuan memperkuat inklusi demokrasi dengan memastikan bahwa kelompok disabilitas memiliki akses informasi serta kesempatan yang sama dalam menggunakan hak pilih.
Kegiatan tersebut dihadiri oleh Ketua KPU Bangka Tengah, Supendi Saputra, bersama Endah Lestari, Sabpri Aryanto, serta Sekretaris KPU Bangka Tengah Mirfandi beserta jajaran.
Dalam kegiatan ini, KPU Bangka Tengah menghadirkan Muhammad Wardiansyah Putra sebagai narasumber. Ia menekankan pentingnya pendekatan psikologis dan spiritual dalam membangun kesadaran politik bagi siswa disabilitas.
“Partisipasi politik bukan hanya soal hak, tetapi juga soal keberdayaan diri. Dengan memahami bahwa suara mereka berarti, para siswa akan merasa lebih dihargai dan berdaya dalam kehidupan sosial,” ujarnya.
Lebih lanjut, ia menyampaikan bahwa kegiatan edukasi pemilih bagi penyandang disabilitas merupakan langkah strategis dalam mewujudkan prinsip kesetaraan dalam pemilu. Menurutnya, dalam sistem demokrasi berlaku prinsip satu orang satu suara, tanpa memandang jabatan, status sosial, maupun kondisi fisik. Oleh karena itu, hak politik penyandang disabilitas memiliki kedudukan yang sama dengan seluruh warga negara lainnya.
Ia juga menilai bahwa kegiatan seperti ini tidak hanya memberikan pemahaman, tetapi mampu menumbuhkan kepercayaan diri serta mendorong partisipasi aktif penyandang disabilitas dalam menggunakan hak pilihnya. Selain itu, kegiatan ini diharapkan dapat memotivasi mereka untuk lebih berani memperjuangkan hak-hak politik yang dimiliki.
Namun demikian, ia mengingatkan bahwa setiap jenis disabilitas memiliki kebutuhan yang berbeda, seperti disabilitas daksa, grahita, netra, rungu, dan lainnya. Oleh karena itu, penyelenggara pemilu diharapkan mampu menyediakan fasilitas yang aksesibel serta menyesuaikan pelayanan dengan karakteristik masing-masing kelompok disabilitas.
Sementara itu, Ketua KPU Bangka Tengah, Supendi Saputra, menyampaikan apresiasi kepada pihak SLB Negeri Koba yang telah memfasilitasi kegiatan ini. Ia menegaskan komitmen KPU Bangka Tengah dalam mewujudkan pemilu yang inklusif.
“Kami ingin memastikan tidak ada satu pun warga yang tertinggal dalam proses demokrasi. Sosialisasi ini merupakan bentuk nyata bahwa penyandang disabilitas memiliki hak yang sama untuk memilih dan dipilih,” ungkapnya.
Kegiatan sosialisasi diisi dengan pemaparan materi mengenai kesetaraan hak politik serta diskusi interaktif. Pendekatan langsung melalui sekolah khusus dinilai efektif dalam membangun pemahaman sejak dini bagi kelompok disabilitas, sekaligus mendorong peningkatan partisipasi politik secara inklusif.